Bulog Bombana dan Mitra-mitranya Tidak Transparansi, Terhadap Pembelian Gabah Kepada Para Petani


Bombana destroyer.id — Dugaan praktik ketidaktransparanan dalam proses pembelian gabah kembali mencuat dan menyeret nama Perum Bulog Cabang Bombana beserta mitra kerjanya. Sejumlah petani mengeluhkan minimnya keterbukaan informasi terkait mekanisme pembelian gabah, mulai dari penentuan harga, standar kualitas, hingga volume serapan yang dilakukan di lapangan.

Para petani menilai proses pembelian gabah selama ini berlangsung tertutup dan sulit diakses secara jelas. Informasi resmi mengenai harga pembelian pemerintah (HPP) disebut tidak disosialisasikan secara maksimal, sehingga petani kerap berada pada posisi lemah saat berhadapan dengan mitra Bulog. Bahkan, beberapa petani mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan penolakan gabah atau pemotongan harga yang dilakukan oleh pihak pembeli.

“Kami hanya diminta menjual, tapi tidak pernah dijelaskan secara rinci dasar penilaian kualitas gabah. Harga sering berubah-ubah, sementara kami tidak punya akses untuk memverifikasi,” ungkap salah seorang petani di Bombana yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan kecurigaan di kalangan petani, yang menilai ketidaktransparanan ini berpotensi merugikan mereka secara ekonomi. Selain itu, absennya data terbuka terkait jumlah gabah yang diserap serta mitra pelaksana di tingkat lapangan dinilai membuka ruang penyimpangan dalam tata niaga gabah.

Sejumlah elemen masyarakat sipil dan organisasi petani mendesak Bulog Bombana agar membuka secara transparan seluruh proses pembelian gabah, termasuk daftar mitra, mekanisme penentuan harga, serta laporan realisasi serapan. Mereka menilai keterbukaan informasi merupakan kewajiban lembaga negara untuk menjamin keadilan dan melindungi hak-hak petani.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bulog Bombana belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan berimbang atas dugaan ketidaktransparanan yang kini menjadi sorotan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top