Kantor Desa Tetenggolasa Disegel Warga: Akumulasi Kekecewaan atas Dugaan Korupsi dan Pemalsuan Tanda Tangan

Destroyer.id Konawe Selatan – Aksi tegas dilakukan oleh masyarakat Desa Tetenggolasa dengan menyegel kantor desa sebagai bentuk protes atas dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Kepala Desa bersama Sekretaris Desa.
Penyegelan ini merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa diabaikan, terutama terkait pengelolaan anggaran desa yang dinilai tidak transparan dan sarat penyimpangan. Warga menduga kuat adanya praktik korupsi dalam penggunaan dana desa yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, situasi semakin memanas setelah muncul dugaan pemalsuan tanda tangan perangkat desa dalam proses penyaluran gaji. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum dan bentuk pengkhianatan terhadap aparatur desa itu sendiri.
“Kami sudah terlalu lama bersabar. Dugaan korupsi ini bukan isu baru, tapi tidak pernah ada kejelasan. Bahkan sekarang muncul dugaan pemalsuan tanda tangan untuk mencairkan gaji perangkat. Ini sudah keterlaluan,” ungkap salah satu perwakilan masyarakat dalam aksi tersebut.
Masyarakat menilai bahwa Kepala Desa dan Sekretaris Desa telah kehilangan legitimasi moral untuk memimpin, karena tidak lagi mencerminkan prinsip kejujuran dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan desa.
Penyegelan kantor desa ini diharapkan menjadi bentuk tekanan moral sekaligus peringatan keras kepada pihak-pihak terkait, termasuk Inspektorat dan aparat penegak hukum, agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan.
Warga Desa Tetenggolasa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan keadilan ditegakkan. Mereka juga mendesak pemerintah daerah untuk tidak tutup mata terhadap persoalan yang telah merusak kepercayaan publik di tingkat desa.
Aksi ini menjadi cerminan bahwa kesabaran masyarakat memiliki batas, dan ketika keadilan tidak lagi hadir melalui jalur formal, maka suara rakyat akan berbicara dengan caranya sendiri.
