Aksi Jilid II GMNI Kendari Guncang Konawe Selatan: Dugaan KKN dan Penggelapan Dana Desa Tetenggolasa Disorot Tajam, Bupati Turun Tangan

Destroyer.id KONAWE SELATAN — Gelombang protes kembali mengguncang Kabupaten Konawe Selatan. Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menggelar Aksi Jilid II sebagai bentuk lanjutan dari desakan terhadap penyelesaian berbagai persoalan serius di Desa Tetenggolasa.
Aksi ini menjadi simbol meningkatnya ketegangan antara masyarakat sipil dan pemerintah desa, yang dinilai belum mampu memberikan kejelasan atas dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang mencuat ke permukaan.
Dalam aksi tersebut, Sekretaris Jenderal GMNI Kendari, Muhamad Wandi Budiman, kembali tampil sebagai orator utama. Dengan suara lantang dan penuh tekanan, ia memaparkan secara rinci berbagai persoalan yang dinilai telah mengakar dan merusak sistem pemerintahan desa.
Wandi menegaskan bahwa persoalan di Desa Tetenggolasa bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan telah mengarah pada dugaan praktik KKN yang sistemik dan terstruktur. Ia menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta minimnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.
Lebih jauh, ia juga menyoroti dugaan penggelapan dana desa yang disebut terjadi secara terencana. Menurutnya, indikasi tersebut terlihat dari tidak sinkronnya laporan penggunaan anggaran dengan realisasi di lapangan, yang berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya itu, persoalan honor perangkat desa yang tak kunjung dibayarkan turut menjadi sorotan keras dalam aksi tersebut. Para perangkat desa yang telah menjalankan tugasnya justru harus menanggung ketidakpastian hak, sebuah kondisi yang dinilai mencederai prinsip keadilan dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Ini bukan persoalan kecil. Ini soal hak, keadilan, dan integritas. Jika dibiarkan, maka ini menjadi preseden buruk bagi tata kelola desa lainnya,” tegas Wandi dalam orasinya, disambut riuh dukungan massa aksi.
Tekanan publik yang semakin menguat akhirnya memaksa pemerintah daerah untuk merespons secara langsung. Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, hadir di tengah massa aksi sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menyikapi tuntutan masyarakat.
Kehadiran Bupati di lokasi aksi menjadi momentum penting, sekaligus sinyal bahwa persoalan Desa Tetenggolasa tidak bisa lagi diabaikan. Dalam keterangannya, Irham Kalenggo menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh laporan yang disampaikan oleh massa aksi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait guna mengusut tuntas dugaan KKN dan penggelapan dana desa tersebut. Selain itu, ia juga berjanji akan memastikan hak-hak perangkat desa segera diselesaikan.
Meski demikian, massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai pada janji. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga ada langkah konkret dan hasil yang nyata.
Sebagai bentuk tekanan lanjutan, massa bahkan memperingatkan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera direalisasikan. Aksi Jilid II ini pun menjadi penegasan bahwa masyarakat tidak lagi diam, dan siap melawan segala bentuk penyimpangan yang merugikan kepentingan publik.
