Beranda / Hukum dan Kriminal / LEMAHNYA SISTEM KEAMANAN DI PANTAI NAMBO, DESAK EVALUASI MENYELURUH

LEMAHNYA SISTEM KEAMANAN DI PANTAI NAMBO, DESAK EVALUASI MENYELURUH

Kendari. Minggu 21 Juni 2026 – Lingkar Pemikiran dan Aktivis Sulawesi Tenggara (LIPAT SULTRA) menyoroti kejadian kehilangan helm yang dialami pengunjung di area parkir Pantai Nambo, Kota Kendari, Minggu (21/6/2026). Peristiwa tersebut dinilai sebagai alarm bagi pengelola dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di kawasan wisata tersebut.

Ketua LIPAT SULTRA, AMANTOMO AMIL, menyatakan bahwa keamanan pengunjung merupakan aspek mendasar yang tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan destinasi wisata. Menurutnya, kejadian kehilangan barang milik pengunjung menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan dan pengamanan di area publik yang dikelola untuk kegiatan wisata.

“Kami menyayangkan terjadinya kehilangan helm yang dialami pengunjung di area parkir Pantai Nambo padahal pengunjung sudah membayar sebesar 25k. Kejadian ini harus menjadi perhatian serius pengelola karena menyangkut rasa aman masyarakat yang berkunjung,” ujar AMANTOMO AMIL.

LIPAT SULTRA menilai bahwa pengelola Pantai Nambo perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di area parkir, termasuk efektivitas petugas keamanan, mekanisme pengawasan, serta respons terhadap laporan yang disampaikan pengunjung.

Selain itu, LIPAT SULTRA juga meminta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari untuk melakukan peninjauan terhadap standar keamanan dan pelayanan di kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Kendari tersebut.

“Kami mendesak agar pengelola dan instansi terkait tidak menganggap persoalan ini sebagai hal yang sepele. Keamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan wisata,” tegasnya.

LIPAT SULTRA berharap kejadian ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk melakukan pembenahan sehingga masyarakat dapat menikmati destinasi wisata dengan rasa aman dan nyaman. Menurut organisasi tersebut, kualitas pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kemampuan pengelola dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan publik, LIPAT SULTRA akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong adanya langkah-langkah konkret guna meningkatkan sistem keamanan di kawasan wisata Pantai Nambo agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *