GMNI Kendari Bongkar Dugaan “Main Mata” Inspektorat Konsel, Kasus Korupsi Desa Tetenggolasa Kian Disorot

Destroyer.id Konawe Selatan — Gelombang protes mahasiswa kembali menggema. Kali ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kendari melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang dinilai tidak transparan dalam menangani dugaan korupsi di Desa Tetenggolasa.

Dalam aksi demonstrasi yang digelar hari ini, massa GMNI secara terbuka menuding adanya indikasi praktik “main mata” antara pihak Inspektorat Konsel dengan Kepala Desa Tetenggolasa. Dugaan tersebut mencuat seiring belum adanya kejelasan hasil pemeriksaan maupun langkah tegas terhadap kasus yang tengah menjadi perhatian publik.

GMNI menilai sikap diam Inspektorat justru memperkuat kecurigaan adanya upaya perlindungan terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran desa. Kondisi ini dinilai mencederai prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Sekretaris GMNI Cabang Kendari, Wandi, dalam orasinya menegaskan bahwa lambannya respons Inspektorat bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan indikasi kuat adanya pembiaran sistematis terhadap dugaan korupsi.

“Ketika lembaga pengawas terkesan menutup mata, maka patut diduga ada sesuatu yang tidak beres. Ini bukan hanya kelalaian, tetapi berpotensi menjadi bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik,” tegas Wandi di hadapan massa aksi.

Lebih lanjut, GMNI juga menyoroti ketidakhadiran Kepala Inspektorat Konsel dalam menemui para demonstran. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakbertanggungjawaban pejabat publik terhadap aspirasi masyarakat.

Menurut GMNI, absennya pejabat terkait dalam momen penting tersebut semakin memperkuat dugaan adanya hal yang sengaja disembunyikan dari publik. Transparansi yang seharusnya dijunjung tinggi justru tampak diabaikan.

“Ketidakhadiran ini bukan sekadar soal etika, tetapi mencerminkan sikap anti-kritik. Ini memperlihatkan bahwa mereka tidak siap mempertanggungjawabkan kinerjanya di hadapan rakyat,” lanjut Wandi.

GMNI Cabang Kendari menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menyatakan tidak akan berhenti melakukan tekanan publik sampai ada kejelasan hukum atas dugaan penyimpangan tersebut.

Selain itu, GMNI juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi independen guna memastikan objektivitas penanganan kasus. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah adanya intervensi maupun konflik kepentingan.

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta Bupati Konawe Selatan agar tidak bersikap pasif. Mereka mendesak adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Inspektorat.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa dan masyarakat sipil akan terus berdiri di garis depan dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Dugaan korupsi dan praktik penyimpangan tidak akan dibiarkan berlalu tanpa pertanggung jawaban yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top