IMPPERMOL DESAK KAPOLDA SULTRA DAN MABES POLRI COPOT KAPOLRES BOMBANA

Keterangan Gambar: Ikbal Mbossa Menteri Pergerakan IMPPERMOL

 

Bombana- kamis,4/62026. Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) mengecam keras sikap arogan yang ditunjukkan oleh Kapolres Bombana terhadap massa aksi yang menyuarakan aspirasi terkait buruknya kondisi jalan di Kecamatan Mata Oleo. Tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin institusi kepolisian yang seharusnya mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

 

Bagi masyarakat Mata Oleo, aksi yang dilakukan bukanlah sekadar bentuk protes, melainkan jeritan panjang atas kondisi infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, respons yang ditunjukkan Kapolres Bombana terhadap massa aksi menjadi bentuk kekecewaan besar bagi masyarakat yang sedang memperjuangkan hak-haknya.

 

Menteri Pergerakan IMPPERMOL, Ikbal Mbossa Barakati, menilai bahwa sikap yang ditunjukkan Kapolres Bombana telah mencederai nilai-nilai demokrasi dan tidak layak dipertahankan.

 

> “Kami menilai Kapolres Bombana telah gagal menunjukkan sikap kepemimpinan yang seharusnya menjadi teladan bagi anggotanya. Alih-alih mendengarkan dan mengawal aspirasi rakyat, yang dipertontonkan justru sikap arogan di hadapan masyarakat yang sedang memperjuangkan kepentingan umum. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa.”

 

 

 

Lebih lanjut, Ikbal Mbossa Barakati menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar soal etika dalam menghadapi massa aksi, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

 

> “Kapolres Bombana telah menunjukkan sikap yang tidak mencerminkan semangat pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara dan Mabes Polri untuk segera mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya. Seorang pejabat publik yang tidak mampu menghormati aspirasi rakyat tidak layak diberikan kepercayaan untuk memimpin dan mengayomi masyarakat.”

 

 

 

IMPPERMOL menegaskan bahwa pencopotan Kapolres Bombana merupakan langkah yang perlu diambil demi menjaga marwah institusi Polri serta membuktikan bahwa kepolisian tetap berpihak pada prinsip profesionalitas, demokrasi, dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Sebagai organisasi yang lahir dari rahim masyarakat Mata Oleo, IMPPERMOL akan terus mengawal persoalan ini dan memastikan bahwa suara masyarakat tidak dibungkam oleh siapa pun. Aspirasi rakyat adalah bagian dari demokrasi yang harus dihormati, bukan dihadapi dengan arogansi kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top