Beranda / Uncategorized / Diamnya DPRD BOMBANA Memperpanjang Penderitaan Masyarakat Kecamatan Mata Oleo

Diamnya DPRD BOMBANA Memperpanjang Penderitaan Masyarakat Kecamatan Mata Oleo

Bombana – Sikap diam DPRD Kabupaten Bombana terhadap surat audiensi yang diajukan masyarakat dan mahasiswa Kecamatan Mata Oleo menunjukkan lemahnya keberpihakan terhadap kebutuhan rakyat. Hingga hari ini, belum ada kepastian maupun respons resmi dari DPRD terkait tuntutan perbaikan jalan Kasipute–Lora–Bambea yang selama bertahun-tahun rusak parah dan terus menjadi penderitaan masyarakat.

 

Jalan Kasipute–Lora–Bambea sepanjang kurang lebih 10 kilometer bukan sekadar akses biasa, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat Kecamatan Mata Oleo. Aktivitas Parawisata, kelautan, perikanan, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga roda perekonomian masyarakat sangat bergantung pada akses jalan tersebut. Namun ironisnya, masyarakat masih dipaksa melewati jalan berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan tiba.

 

EK-KOM LMND Bintang Kuning menilai DPRD Kabupaten Bombana gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat apabila persoalan mendasar seperti infrastruktur jalan terus diabaikan. Aspirasi rakyat telah disampaikan secara resmi dan baik-baik melalui permintaan audiensi, namun hingga saat ini DPRD Kabupaten Bombana belum juga memberikan respons yang jelas.

 

Iqbal Mbossa Barakati menegaskan bahwa DPRD tidak boleh terus menutup mata terhadap penderitaan masyarakat Kecamatan Mata Oleo. “Kami datang membawa suara rakyat dan menyampaikan tuntutan secara baik-baik melalui jalur audiensi resmi. Namun sangat disayangkan hingga hari ini DPRD Kabupaten Bombana sama sekali belum memberikan respons. Jika aspirasi masyarakat terus diabaikan, maka jangan salahkan kami apabila nantinya datang dengan massa aksi yang lebih besar untuk menuntut hak masyarakat Kecamatan Mata Oleo,” tegasnya.

 

Lebih jauh, kondisi ini memperlihatkan adanya ketimpangan pembangunan di Kabupaten Bombana. Kecamatan Mata Oleo seakan hanya menjadi objek janji politik, sementara masyarakatnya terus dibiarkan menghadapi kerusakan infrastruktur tanpa kepastian penyelesaian. Padahal, akses jalan yang layak merupakan hak dasar masyarakat dan tanggung jawab pemerintah daerah.

 

Selain menjadi akses utama masyarakat, ruas jalan Kasipute–Lora–Bambea juga memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata pantai di Kecamatan Mata Oleo. Namun buruknya infrastruktur justru menghambat perkembangan ekonomi masyarakat dan konektivitas wilayah.

 

EK-KOM LMND Bintang Kuning mendesak DPRD Kabupaten Bombana agar segera memberikan respons resmi dan membuka ruang audiensi kepada mahasiswa serta masyarakat Kecamatan Mata Oleo. Sebab apabila sikap bungkam ini terus dipertahankan, maka masyarakat akan menilai DPRD Kabupaten Bombana tidak lagi berpihak kepada rakyat, melainkan hanya hadir sebagai simbol kekuasaan tanpa keberanian memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *