Bombana – Kasipute–Lora–Bambea sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hingga saat ini, IMPPERMOL menilai belum adanya tindak lanjut maupun kepastian jadwal audiensi dari pihak DPRD Kabupaten Bombana menjadi bentuk kurangnya perhatian terhadap aspirasi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mataoleo yang setiap hari terdampak oleh kondisi infrastruktur jalan yang rusak.
Ruas jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, perikanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat lainnya. Namun, kondisi jalan yang berlubang dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan, terus menjadi keluhan masyarakat karena menghambat mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Ketua Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL), Roma Nur, menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Bombana seharusnya segera merespons surat audiensi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan hingga saat ini surat audiensi yang kami ajukan belum mendapatkan respons dari DPRD Kabupaten Bombana. Padahal, persoalan jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang harus segera dibahas bersama demi mencari solusi nyata,” ungkap Roma Nur.
Selain menjadi jalur penghubung masyarakat, akses jalan tersebut juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan potensi wisata pantai di wilayah Kecamatan Mataoleo. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai mampu meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
IMPPERMOL berharap DPRD Kabupaten Bombana segera membuka ruang audiensi dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan Kasipute–Lora–Bambea agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan akibat lambannya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.