Kendari, – Aliansi aktivis mahasiswa Sulawesi Tenggara (ALAM Sultra) mengkritisi pelaksanaan kegiatan UCLG ASPAC 2026 yang digelar oleh Pemerintah Kota Kendari.
ALAM Sultra menilai kegiatan tersebut menggunakan anggaran rakyat, namun masyarakat justru diduga dibatasi untuk masuk dan menyaksikan langsung jalannya kegiatan di beberapa lokasi acara.
Sebelumnya, ALAM Sultra juga telah menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Kendari guna meminta transparansi penggunaan anggaran kegiatan internasional tersebut.
Massa aksi mempertanyakan besaran anggaran, sumber pendanaan, serta prioritas Pemerintah Kota Kendari di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Ketua ALAM Sultra, Rahman Kusambi, menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibanding hanya fokus pada kegiatan seremonial dan pencitraan.
Menurutnya, di tengah kondisi Kota Kendari yang masih rawan banjir, pemerintah justru mempertontonkan kegiatan hiburan dan joget-joget di pusat kota yang dinilai tidak mencerminkan empati terhadap kondisi masyarakat.
“Rakyat berhak mengetahui penggunaan anggaran daerah. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk kegiatan mewah, tetapi rakyat sendiri justru merasa dibatasi dan persoalan mendasar seperti banjir masih belum terselesaikan,” tegas Rahman.
ALAM Sultra menilai Pemerintah Kota Kendari perlu lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat.
Di saat sebagian wilayah masih terdampak persoalan banjir dan infrastruktur yang belum maksimal, pemerintah dinilai tidak seharusnya menampilkan euforia berlebihan yang berpotensi melukai rasa keadilan masyarakat.
Sebagai bentuk kontrol sosial, ALAM Sultra menegaskan akan terus menyuarakan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kota Kendari agar penggunaan anggaran daerah benar-benar berpihak pada kebutuhan dan kepentingan rakyat Kota Kendari.





