BEM FHIL UHO Gelar aksi Konsolidasi Akbar: Evaluasi MBG, Evaluasi Koperasi Desa Merah Putih, Soroti Ekonomi Nasional, dan Serukan TNI Kembali ke Barak, Utamakan Kesejahteraan Rakyat.

Kendari. 23 Juni, 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (BEM FHIL UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin berdampak pada kehidupan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi nasional, mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menyerukan agar TNI tetap fokus pada fungsi pertahanan negara dan tidak terlibat dalam ranah sipil yang berpotensi mengaburkan prinsip demokrasi.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini masih menjadi tantangan serius. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, serta terbatasnya lapangan pekerjaan dinilai memberikan tekanan yang nyata terhadap daya beli masyarakat, khususnya kalangan petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Negara harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan Mengambil kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat.” Perdi…..

Juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah. Menurut mereka, tujuan peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia patut diapresiasi, namun implementasi program tersebut perlu dievaluasi secara keseluruhan agar tepat sasaran, transparan, dan tidak mengabaikan kebutuhan mendesak lainnya di sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari perspektif akademik, mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan menilai bahwa keberhasilan program kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh efektivitas pelaksanaan, pengawasan, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Selain isu ekonomi dan MBG, peserta konsolidasi juga menyuarakan pentingnya menjaga profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai amanat reformasi. Mereka menilai TNI memiliki peran vital dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, sehingga perlu tetap berfokus pada fungsi pertahanan.

Mahasiswa mengingatkan bahwa salah satu capaian penting Reformasi 1998 adalah penguatan supremasi sipil dan pemisahan yang jelas antara fungsi militer dan pemerintahan sipil. Karena itu, keterlibatan aparat militer dalam sektor-sektor sipil harus dilakukan secara hati-hati, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami menghormati dan mendukung peran TNI sebagai penjaga kedaulatan negara. Namun, semangat reformasi harus tetap dijaga dengan memastikan setiap institusi menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional,” Perdi..

Melalui aksi tersebut, BEM FHIL UHO menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif. Mereka berharap pemerintah lebih memprioritaskan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan sektor pertanian, penciptaan lapangan kerja, serta stabilitas ekonomi nasional.

Ketua BEM FHIL komitmen akan melakukan aksi besar di DPR provinsi Sulawesi Tenggara untuk terus mengawal isu-isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas serta mendorong lahirnya kebijakan yang berlandaskan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *