Dinilai Minim,Kinerja dan Arah Gerak Ketua BEM UHO Menuai Tanda Tanya di Kalangan Mahasiswa

Memasuki pertengahan masa jabatan, kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) di bawah kepemimpinan Ketua BEM saat ini mulai menuai sorotan tajam dari internal mahasiswa. Sejumlah kalangan menilai, visualisasi kinerja dan substansi topik diskusi yang dibawa oleh pucuk pimpinan tertinggi lembaga eksekutif mahasiswa tersebut sulit dipahami dan terkesan menjauh dari basis kebutuhan mahasiswa di Universitas Halu Oleo.

Dampak dari kaburnya arah tupoksi ini mulai terasa pada melemahnya BEM UHO dalam mengawal isu-isu regional maupun nasional. Ketiadaan konsensus pemikiran yang matang di internal pengurus membuat gerakan yang dibangun terkesan sporadis dan tanpa cetak biru (blueprint) yang jelas.

Ketika isu-isu krusial di Sulawesi Tenggara mencuat, BEM UHO dinilai terlambat merespons atau bahkan hadir dengan gagasan yang tidak sejalan dengan keresahan masyarakat umum dan mahasiswa itu sendiri.

Krisis identitas pergerakan ini memicu kekhawatiran akan terjadinya degradasi intelektual di tubuh lembaga. Jika Ketua BEM UHO terus mempertahankan gaya kepemimpinan yang eksklusif dan gagal membumikan visi-misinya, maka lambat laun solidaritas antar-fakultas akan pecah.

Ego sektoral di tingkat pimpinan telah menciptakan sekat-sekat yang menghambat konsolidasi akbar, meninggalkan mahasiswa berjalan sendiri-sendiri tanpa komando yang jelas dari sang nakhoda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *