EKS KABID PTKP HMI CABANG KOLAKA MENGECAM KERAS DUGAAN TINDAKAN REPRESIF KAPOLRES BOMBANA TERHADAP MASSA AKSI

‎Kendari, 5 Juni 2026 – ‎IRFAN MAPPA Eks Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP)Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kolaka, menyampaikan sikap resmi atas dugaan tindakan represif yang dilakukan Kapolres Bombana beserta jajarannya terhadap massa aksi damai pada hari Selasa 2 Juni 2026

‎Sebagai insan kader yang dididik dalam nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan, saya tidak bisa diam melihat marwah demokrasi diinjak-injak. Massa aksi yang turun ke jalan adalah anak bangsa. Mereka tidak membawa senjata. Mereka hanya membawa nurani dan tuntutan rakyat. Tapi yang mereka hadapi adalah tindakan Represif dan kekerasan fisik dari aparat yang seharusnya mengayomi.

‎ HMI sejak lahirnya 1947 telah mengajarkan: “Yakin Usaha Sampai”. Dan usaha untuk menegakkan kebenaran tidak akan pernah berhenti hanya karena ancaman represif

 

‎1. Kapolri dan Kapolda Sultra segera mencopot Kapolres Bombana. Pemimpin yang gagal menjaga netralitas dan profesionalitas tidak layak memimpin institusi pengayom.

‎2. Hentikan pendekatan keamanan militeristik terhadap aksi sipil. Dialog adalah jalan peradaban.

‎Kepada Kapolres Bombana: Ingat sumpah Tribrata. Ingat sumpah jabatanmu. Rakyat Bombana bukan musuh. Rakyat Bombana adalah yang kau sumpah untuk lindungi.

‎Saya tegaskan, represif tidak akan mematikan api perjuangan. Justru akan membakarnya semakin besar. Sejarah HMI mengajarkan: penindasan melahirkan perlawanan.

‎YAKUSA! HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT! HANCURKAN REPRESIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top